Sebelum Ditangkap Polisi Karena Narkoba, Ridho Rhoma Irama Sempat Beginian di Dalam Mobil

Deretan selebriti Tanah Air yang tersangkut dalam kasus penyalahgunaan narkoba bertambah.

Muhammad Ridho Irama atau lebih dikenal dengan Ridho Rhoma (28), putra Raja Dangdut, Rhoma Irama ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di sebuah hotel di Jakarta Barat, Jumat (24/3/2017) malam.

Ridho ditangkap atas tuduhan bertransaksi dan mengonsumsi narkoba jenis sabu.

"Dia kami tangkap dengan barang bukti 0,7 gram sabu," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/3/2017).

Sejak ditangkap, Ridho dikabarkan masih terus menjalani serangkaian pemeriksaan hingga Sabtu siang.

Ridho ditangkap seorang diri dan telah dilakukan uji tes urine.

Hasilnya, dia positif mengonsumsi narkoba.

Berdasarkan pengakuannya, pedangdut dan aktor itu mengonsumsi narkoba selama dua tahun terakhir. 

Polisi kini mendalami sumber barang haram tersebut beserta jaringannya.

Sebelum ditangkap, Ridho Rhoma sempat mengunggah video melalui akunnya pada Instagram @ridho_rhoma, Kamis (23/3/2017), atau dua hari lalu.

Dalam video, Ridho terlihat mengendarai mobul sambil bernyanyi di tengah kemacetan arus lalu lintas di Jakarta. 
 lalu lintas di Jakarta. 

"Efek samping kemacetan Jakarta," tulisnya pada caption video.

Tertangkapnya Ridho Irama ini menambah panjang daftar musisi 'kecantol' narkoba.

Ini daftar lima musisi yang 'kecantol' narkoba.

1. Andika The Titans

Pentolan grup musik The Titans, Andika (37), ditangkap polisi saat menerima paket tembakau gorila merek Hanoman di Bandung, Jabar.

Andika mengaku baru dua kali menerima paket tembakau gorila.

Penangkapan Andika mengejutkan sang mantan istri, Rinada.

Dia menduga faktor lingkungan yang tidak sehat, telah mempengaruhi Andika sehingga mantan personel Peterpan itu menyentuh

tembakau gorilla yang termasuk narkoba golongan satu.

2. Sammy ‘Kerispatih’

Mantan vokalis grup band Kerispatih ini tertangkap tangan sedang berpesta shabu di sebuah rumah kos elit di Kuningan.

Sammy dituntut penjara lima tahun namun majelis hakim hanya memvonisnya satu tahun dan wajib mengikuti program rehabilitasi.

Keluar dari penjara Sammy akhirnya keluar juga dari Kerispatih dan memilih bersolo karir.

3. Yoyo ‘Padi’

Mantan suami artis cantik Rossa ini tertangkap polisi pada tanggal 27 Februari 2011, saat sedang pesta sabu-sabu.

Yoyo akhirnya mendekam dalam tahanan BNN selama satu tahun.

4. Roby Satria

Apa pun alasannya, Roby Satria (29) tak dapat membela diri saat tertangkap tangan membawa narkotika jenis ganja seberat 1,5 gram, Kamis (19/11/2015) pukul 00.45.

Penangkapan Roby dilakukan setelah Band Geisha manggung di La Laguna, Jalan Kayu Pura Kayu Putih, Kuta Utara, Bali.

5. Ari Tri Sosianto

Di rumahnya di kawasan Pisangan Ciputat, Tangsel musisi yang terkenal sebagai gitaris grup band Padi itu digerebek polisi.

Ari tidak bisa mengelak atas keterlibatannya dengan narkoba berjenis shabu.

Dari penggerebekan tersebut disita sejumlah barang bukti narkoba di antaranya 1 paket sabu, 1 perangkat alat bong dan sisa pakai, alumunium foil serta korek api dan sejumlah uang.

(*)

Luka Cakaran di Leher Gadis Belia Ini Ungkap Peristiwa Memilukan, Aksi Bejat Tetangga Terbongkar

POS BELITUNG - Luka bekas cakaran di leher gadis 13 tahun ini menjadi awal terungkapnya aksi bejat Dadi (24).

Orangtua gadis belia ini, EU (40) curiga melihat luka bekas cakaran di leher sisi kiri serta ibu jari tangan kanan bengkak.

Selain itu, kondisi tubuh gadis ini juga panas sejak Sabtu (18/3).

"Dari situ, setelah orangtuanya curiga dan terus bertanya-tanya ada apa dengan korban. Akhirnya korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku secara paksa," kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina kepada Pos Belitung, Kamis (23/3).

Dadi (24), pelaku pemerkosaan anak di bawah umur ini melakukan aksinya pada Sabtu (11/3), sekitar pukul 21.00 WIB lalu.

Aksi asusila itu terjadi di sebuah pondok kawasan perkebunan sawit di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

"Cuma satu kali itulah aku gituin (cabuli) dia (korban). Ia sempat melawan dia, tapi aku paksa terus. Lehernya sempat aku cekik," ujar pemuda yang biasa dipanggil Adi.

Menurut pengakuan Adi, ia nekat melakukan aksi bejatnya karena pengaruh film porno yang tersimpan di ponselnya.

"Habis nonton film 'bokep' (film porno), tiga hari sebelum kejadian. Habis itu begitu (memperkosa korban). Nafsu pak."

Sebelumnya polisi mengamankan pelaku Adi di kediamannya, Kamis (23/3), sekitar pukul 05.00.

Ia lalu dijebloskan ke sel tahanan Polsek Tanjungpandan beserta sejumlah barang bukti (BB), berupa sepeda motor Kawasaki Ninja hitam dan sejumlah pakaian korban.

Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman minimal lima tahun kurungan, maksimal 15 tahun penjara, serta denda Rp 5 miliar.

"Sekarang kami masih mendalami kasus ini. Pelaku sudah mengakui bahwa telah berbuat seperti itu (memerkosa) korban," ucap Gineung.

Pelaku dan korban merupakan warga perantau dari luar daerah. Keduanya merupakan tetangga di Jalan Baro, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan.

Sempat Nongkrong

Pada malam sebelum terjadinya pemerkosaan, pelaku menjemput korban di rumah lalu diajak jalan-jalan ke Kota Tanjungpandan mengendari motor Kawasaki Ninja hitam.

Saat itu, mereka tidak sendiri, kakak kandung korban juga turut serta. Sang kakak perempuan berboncengan dengan RZ, rekan tersangka.

"Sempat kami nongkrong di Tanjung Pendam, nah habis itu pergi mereka. Habis itu aku kejar dengan teman, sampai di Simpang Pilang hilang jejak," kata kakak korban di hadapan penyidik Polsek Tanjungpandan, Kamis (23/3).

"Habis dicabuli pelaku, korban diantar pulang. Korban juga sempat diancam, agar pelaku tidak memberitahukan kepada orang lain kejadian ini," ucapnya sembari menambahkan adiknya merupakan bungsu dari empat bersaudara. (n3)

Story Highlights

- Dadi (24) menjemput tetangganya sebut saja Bunga (13)

- Mereka mengendari sepeda motor lalu nongkrong di Tanjungpendam

- Turut serta kakak perempuan Bunga yang berboncengan dengan RZ, rekan Dadi

- Saat pulang, Dadi memacu motornya di depan sehingga tak terkejar sang kakak

- Bunga diantar pulang, terlihat luka bekas cekikan di leher dan jari tangan kanan bengkak

- Setelah dicecar orangtua, Bunga mengaku telah diperkosa

Jawaban Menohok pada Anies: Jangan Asbun Kembangkan Isu Asbak (Asal Bukan Ahok)

Tim pemenangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua angkat bicara mengenai pernyataan cagub nomor tiga, Anies Baswedanyang menilai pemerintahan Ajok belum mengimplementasikan prinsip "Open Governance".

Anies mengungkapkan keinginannya mengimplementasikan sistem open governance, atau mengikutsertakan masyarakat dalam pembangunan. Keinginan itu juga dia sampaikan saat mengikuti debat cagub-cawagub DKI Jakarta putaran pertama.

"Pertanyaan tadi kenapa di Jakarta belum (diterapkan open governance), saya rasa soal kemauan (Pemprov DKI). Kalau infrastrukturnya sudah ada. Di tempat lain sudah pake lo," ujar Anies, usai menghadiri pertemuan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/17).

Menurut Anies, Jakarta selama ini hanya menerapkan sistem good governance yang dia sebut sebagai pendekatan lama.

Dia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di Jakarta.

"Jakarta pimpinannya aktif bersosial media, tapi tidak memanfaatkan teknologi untuk pemerintahannya," ujar Anies.

Dengan open governance, Anies membayangkan ke depannya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta hingga ke ti tingkat kelurahan akan diketahui warga. Dia berjanji akan mempermudah akses agar warga dapat mengawasi kinerja Pemprov DKI.

"Justru pemerintah (harus) terbuka. Kenapa? Lah, ini uang negara kok, uang rakyat kok," ujar Anies.

Menanggapi ini, juru bicara Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni menilai, Anies mengeluarkan pernyataan yang asal bunyi alias asbun.

"Sekali lagi, Anies tidak boleh asbun (asal bunyi) untuk mengembangkan isu asbak (asal bukan Ahok) demi kekuasaan," kata Juli melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/3/2017).

Juli menyebut komentar Anies yang menilai Pemprov DKI belum melakukan open governance menunjukkan ketidaktahuannya tentang perkembangan pemerintahan Jakarta.

Menurut Juli, Anies memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai kompleksitas pembangunan Jakarta.

"Yang Anies perlu lakukan kalau benaran berniat menjadi gubernur adalah membuka matanya (open eyes) dan membuka wawasannya (open-minded) supaya mengerti lima tahun terakhir pemerintah DKI telah melaksanakan prinsip tata kelola pemerintahan yang terbuka (open governance)," ucap Juli.

Mengenai prinsip open governance, Juli menduga saat ini Anies tidak tahu bahawa semua hal terkait Pemprov DKI bisa diakses datanya secara terbuka, dari R-APBD, APBD, keputusan-keputusan, khusunya Pergub, hasil-hasil rapat dan dokumen-dokumen lainnya via jakarta.go.id.

"Bahkan kasus Al-Maidah 51 merupakan risiko dari open governance Pemprov DKI yang mengunggah semua hasil rapat dan kunjungan Gubernur DKI tanpa diedit sedikit pun," ujar Juli.

Juli menjelaskan tiga contoh yang sudah dilakukan Ahok yang merupakan bukti bahwa dirinya sudah menerapkan prinsip open governance. Ketiganya yakni penerapan e-budgeting, pelaporan warga melalui aplikasi Qlue, dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dari tingkat kantor kelurahan hingga provinsi.

Untuk penerapan e-budgeting, Juli menyatakan Ahok sampai berhasil mengungkap adanya anggaran siluman dalam penyusunan APBD 2015.

Sedangkan untuk aplikasi Qlue, Juli menyatakan hal ini merupakan bukti Pemprov DKI mengajak warga untuk bersama-sama membangun Jakarta bersama birokrat Jakarta yang sudah kita atur.

Oleh karena pada aplikasi Qlue, warga diminta untuk mengunggah foto yang nantinya akan diteruskan oleh birokrat DKI sesuai dengan bidang pelayanannya.

Untuk layanan PTSP, Juli menyatakan warga kini semakin dipermudah jika mengurusi segala bentuk surat perizinan dan kependudukan yang ada di tiap kelurahan.

"Sistem PTSP inilah yang menjadi kunci kepuasan publik Jakarta terhadap kepemimpinan Basuki. BPTSP juga membuka jasa antar jemput dokumen perizinan itu tergabung dalam layanan Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB). Warga cukup menghubungi call center 164 untuk mendapat layanan tersebut," ujarnya.

Dengar Kabar Burung, Suami Nekat Arak Perempuan Ini Telanjang di Tengah Padatnya Warga

Seorang wanita di China diarak dengan kondisi tubuh setengah telanjang lantaran kepergok 'tidur' dengan suami orang lain.

Seperti dilansir laman situs Viral4real, Sabtu (25/3/2017), wanita itu dipaksa warga untuk berjalan dengan kondisi tubuh setengah bugil.

Sementara, warga lain dan sejumlah pejalan kaki yang melintas hanya bisa melihat wanita tersebut, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Terlihat, hanya tersisa bra di tubuh wanita tersebut, sementara kelaminnya terumbar ke publik, tanpa celana yang menutupi.

Saat berjalan, wanita tersebut tampak berupaya menutupi bagian intimnya yang terekspose.

Namun, usahanya gagal, warga tetap saja bisa melihat bagian intim di balik bajunya yang tampak compang camping.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, wanita tersebut kepergok tidur dengan seorang pria beristri.

Netizen yang melihat video itu sangat syok.

Baca: Lakoni Sesi Pemotretan Bersama Stefan William, Ada yang Menonjol dari Celine Evangelista

Sejumlah netizen beranggapan hukuman tersebut terlalu sadis, dan kemungkinan berdampak negatif terhadap kehidupan wanita tersebut.

"Trauma psikologi yang ditimbulkan pasti besar, ini 'hukuman' yang terlalu berlebihan dan sadis," ujar seorang netizen.

Bukan kali ini saja

Gara-gara mendengar kabar burung yang tidak jelas sumbernya, pria ini nekat menghajar istrinya dan menelanjangi tubuh istrinya untuk diarak di tengah kota.

Beruntung, warga yang melihat kejadian ini dan merasa iba pada wanita itu langsung menghubungi kepolisian setempat.

Polisi kemudian menyelamatkan perempuan malang itu dan membawanya ke kantor polisi setempat dan memanggil Zhang untuk ditanyai.

Hasilnya, si istri tak pernah berselingkuh dan Zhang cuma mendengar kabar burung dari temannya.

Lalu, Zhang meminta maaf dan memasang iklan di sebuah surat kabar lokal yang berisi permohonan maafnya. Tidak jelas apakah sang istri menerima permohonan maaf itu atau tidak.

Beberapa masyarakat sempat melihat Wang Ni hanya mengenakan pakaian dalam berjalan dengan menundukkan kepala.

Setelah ia berjalan sepanjang jalan raya yang sibuk sembari membawa tulisan berbunyi,” saya ingin menjual tubuh saya”.

Sebelumnya, perempuan berusia 33 tahun ini dikabarkan dipukuli oleh sang suami, Zhang (37) dan memaksanya berjalan di tengah jalan raya di Yushan County, China, sementara ia mengikuti dari dalam mobil.

Pasangan ini memiliki dua anak namun sepertinya Zhang tinggal di kota lain dan bekerja penuh waktu di mana ia menjalan bisnis pengemban perumahan.

Menurut teman dari pasangan ini, ia menyalahkan sang istri karena dalam pernikahan mereka yang sudah 10 tahun, ia hanya memberikan dua anak perempuan dan tak ada anak laki-laki.

Namun kekerasan rumah tangga terjadi dan mencapai puncaknya ketika ia pulang ke rumah dan memutuskan menenggak alkohol bersama teman-temannya yang kemudian menghembuskan kabar jika istrinya berselingkuh dengan pria lain.

Zang yang lagi mabuk pulang ke rumah dan memukuli sang istri dan menuduhnya berselingkuh lalu melepas pakaian sang istri dan memaksanya berjalan di muka umum dengan tulisan yang sangat memalukan itu.

Di Madina Presiden Jokowi Tidak Tanya Nama Ikan, Tapi Memberi Pertanyaan Ini pada SantriJokowi

MEDAN - Pada hari kedua kunjungan ke Mandailing Natal, Presiden Joko Widodo mendatangi Pesantren Musthafawiyah, Sabtu (25/3/2017). 

Di pesantren ini digelar acara Silaturrahmi Nasional (Silatnas).

Seperti biasanya, Jokowi membagikan sepeda kepada siswa atau santri yang bisa menjawab pertanyaan. 

Namun kali ini Jokowi tidak menanyakan nama-nama ikan.

Pertanyaan pertama, Jokowi meminta santri membacakan Pancasila. Kemudian menanyakan nama-nama suku dan pulau di Indonesia.

Total ada empat santri Pesantren Musthafawiyah berhasil menjawab pertanyaan Jokowi dan mendapat sepeda.

"Udah ambil sana sepedanya. Di situ ada dituliskan hadiah pemberian presiden," kata Jokowi.

Dengan wajah semringah, para santri menenteng sepedanya lalu menyalami tangan Jokowi.

"Senang, bang. Sepedanya mau saya pakai jalan-jalan sore," kata santri putra bernama Sutan Nasution yang mendapat sepeda.

Jokowi: Dana KIP Jangan Dibelikan Pulsa, Kalau Ketahuan Ini yang Akan Dilakukan

MANDAILING NATAL - Presiden Joko Widodo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada perwakilan pelajar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Taman Raja Batu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017).

Jokowi menjelaskan, dengan kartu tersebut, pelajar SD akan mendapatkan dana Rp 450.000, SMP Rp 750.000, dan pelajar SMA/SMK sebesar Rp 1 juta. Bantuan tersebut dipergunakan untuk keperluan sekolah.

"Dana KIP jangan dibelikan pulsa, kalau ketahuan, kartunya akan dicabut," tegas Jokowi.

Selain KIP, Presiden juga menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 706 orang. Dilanjut dengan pemberian Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Dijelaskannya, PMT untuk ibu hamil usia sebulan sampai tiga bulan hanya dua keping per hari, umur empat hingga sembilan bulan sebanyak tiga keping.

Untuk balita sebanyak delapan keping per hari, dan untuk umur satu sampai lima tahun sebanyak 12 keping per hari.

"Selain PMT, tetap harus mengkonsumsi sumber protein lain seperti tahu, tempe, dan telur. Untuk anak usia sekolah, takaran biskuitnya enam keping per hari," ucapnya.

Untuk penerima PKH mendapatkan Rp 1.890.000 per tahun dan diambil setiap tiga bulan di BRI. Sementara pemilik KIS dapat menggunakannya saat berobat ke puskesmas dan rumah sakit tanpa dipungut biaya.

“Jika tidak dilayani dengan baik, lapor ke bupati. Kurang mempan, laporkan ke gubernur, kurang mempan lagi, lapor ke Ibu Menkes Nila Moeloek. Kalau masih kurang, silakan lapor ke saya, akan saya copot dan ganti,” pungkas Jokowi.

Sebelumnya pada Jumat (24/3/2017) di lapangan Merdeka Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Presiden juga menyerahkan KIP, KIS, PMT, dan PKH kepada pelajar, ibu hamil, dan keluarga kurang mampu.

Bantuan KIP diserahkan kepada 156 pelajar SD, 126 pelajar SMP, 162 pelajar SMA dan 103 pelajar SMK. Sedangkan KIS diserahkan kepada 150 orang, dan PMT kepada 25 balita, 25 ibu hamil, dan 150 pelajar.

Presiden juga memberikan hadiah sepeda kepada 10 hadirin yang mampu menjawab pertanyaan terkait kekayaan budaya dan alam Indonesia. Presiden memilih beberapa orang perwakilan pelajar, ibu rumah tangga, dan kaum bapak.

Pakai Jubah 'Raja Salman', Ini Pesan Jokowi Berkunjung ke Makam Mahligai Barus

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan keberagaman suku dan budaya yang dimiliki Indonesia sebagai aset negara yang harus dilestarikan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017).

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi sempat mengenakan jubah kebesaran warna coklat yang transparan seperti yang dikenakan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud saat berkunjung ke Indonesia.

Tak hanya itu kopiah warna putih pun dipakai Jokowi saat disambut pemuka agama yang juga datang pada kesempatan itu.

Dia terlihat juga memegang tongkat sambil melemparkan tawa ke pada tamu undangan.

"Saya hanya ingin titip, mumpung di Sumatera Utara, ingatkan semua bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama, ras, suku saja ada 714 suku. Negara lain paling satu hingga tiga suku, kita 714," ujar Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/3/2017) seperti yang dikutip dari Humas Kemensetneg.

Oleh karenanya, Presiden meminta agar seluruh masyarakat selalu menjaga kerukunan.

Presiden Joko Widodo meninjau Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah

Presiden Joko Widodo meninjau Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Biro Pers Setpres)

"Jangan sampai antar suku, antar agama ada pertikaian, jangan," imbau Presiden.

Presiden mengakui adanya gesekan kecil yang kadang terjadi saat pemilihan kepala daerah.

"Inilah yang harus kita hindarkan. Jangan sampai dicampuradukkan antar politik dan agama, dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama mana yang politik," ucap Presiden.

Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa dirinya pernah mendengar bahwa mumi-mumi yang diawetkan di Mesir menggunakan kapur barus yang berasal dari Barus, Tapanuli Tengah.

Foto bersama dengan pemuka agama di Barus, Sumatera Utara
Foto bersama dengan pemuka agama di Barus, Sumatera Utara
Foto bersama dengan pemuka agama di Barus, Sumatera Utara ()

"Dan tadi pagi, saya ditunjukkan makam Mahligai yang di situ banyak dimakamkan syekh dari Timur Tengah. Itu menandakan peradaban perdagangan, syiar agama sudah dimulai sejak beratus-ratus tahun lalu," ungkapnya.

Untuk itu, Kepala Negara berharap agar para ulama yang ada di Sumatera Utara terus menyebarkan ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin sehingga masyarakat Indonesia dapat memandang perbedaan yang ada sebagai sebuah kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Tanah Air.

"Saya hanya ingin titip, pada kita semuanya, utamanya para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan, kalau kita beragam, ini anugerah Allah bagi Indonesia."

"Kalau kita bisa merawat ini, ada kekuatan potensi besar, tetapi kalau kita tidak bisa jaga dan merawat, ada pertikaian itulah yang harusnya kita awal ingatkan, hindari karena semuanya anugerah Allah," ucap Presiden.

Keberagaman tersebut dirasakan sendiri oleh Presiden saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Tanah Air, salah satunya adalah pengucapan salam yang berbeda-beda di setiap daerah.

Hal ini berdasarkan rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

"Saya dulu waktu masuk Sumatera Utara kaget, setahu saya kalau datang ke sini tahu saya hanya 'Horas', saya ke Nias saya mau bilang 'Horas', di sini bukan 'Horas' Pak, di sini 'Yahohu', hampir keliru, masuk lagi Karo 'Mejuah-juah', agak geser, sedikit lagi 'Juah-juah'. Coba kalau saya tahunya hanya 'Horas', nantinya ke Karo 'Horas', ke Nias 'Horas', bisa ditertawain saya," kata Presiden.

Dalam laporannya, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa Barus adalah salah satu kota tertua di Indonesia dan sudah terkenal di seluruh dunia. Karena pada abad ke-6 Masehi serta sudah dikenal dengan hasil hutan berupa kampar dan kemenyan.

Kota ini masih menyimpan segudang misteri dan misteri tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para ahli-ahli sejarah dan arkeolog baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Hal ini dibuktikan dengan makam tua di kompleks pemakaman Mahligai, Barus yang dibatu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi atau 48 Hijriah, menguatkan adanya komunitas Muslim di daerah ini pada era itu," ujar Gubernur Sumut.

Penelitian terakhir, dilakukan oleh tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua - Barus pada tahun 1995-1999 terkait Barus kota sejarah tempat masuknya Agama Islam pertama di Indonesia.

"Dari hasil penelitian tim ini dikemukakan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Kota Barus telah menjadi sebuah perkampungan multietnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya."

"Hal ini disampaikan atas penemuan terhadap sejumlah benda-benda berkualitas tinggi yang usianya ditaksir ratusan tahun," ucap Gubernur Sumut.

Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Hadir pula dalam acara ini, Ketua Dewan Ulama Jamiyah Batal Muslim Indonesia Syekh Ali Akbar Marbun, Wakil Rois Am PBNU KH Miftahul Ahyar dan tokoh masyarakat Tapanuli Tengah Akbar Tanjung.

Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer