Ingat Perampok Yang Tembak David di SPBU? Kini Sudah Ditangkap Polisi

JAKARTA -- Syukurlah, bila benar pelaku perampokan berdarah dingin terhadap nasabah bank, David Tantono (30), sudah ditangkap polisi.

Kurang dari sepekan, kawanan perampok menembak dua warga yang melakukan perlawanan.

Kedua peristiwa terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pertama, menimpa Davidson Tantono (30) seorang nasabah bank yang ditembak kawanan perampok di depan stasiun pengisian bahan bakar umum Jembatan Gantung, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (9/6/2017).

Kedua, menimpa Italia Chandra Kirana Putri (23) yang tewas ditembak kawanan pelaku curanmor di Perumahan Bugel Indah, Karawaci, Kota Tangerang, Senin (12/6/2017).

Italia sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku.

Ia sempat melemparkan sapu lidi ke arah pelaku.

Nahas, pelaku menggenggam senjata api, dan menembak ke arah Italia, mengenai dada sebelah kiri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad menegaskan, bahwa pelaku perampokan dengan korban Davidson telah ditangkap.

Tapi, untuk pelaku Italia masih dalam penyelidikan.

"Pelakunya kan' yang karawaci belum ketangkap. Kalau di yang cengkareng sudah kita dapatkan, kita periksa," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).

Iriawan enggan merinci soal penangkapan itu.

Ia berjanji akan mengungkapnya ke publik dalam waktu dekat.

Sebab, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.

"Nanti kita rilis berikutnya. Ini sedang pemeriksaan," kata Iriawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang manajer koperasi bernama Davidson Tantono (31) tewas seusai ditembak di bagian kepala oleh kawanan perampok di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jembatan Gantung, Jalan Raya Daan Mogot km 12, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6).

Uang Rp 350 juta untuk pembayaran gaji karyawan yang baru saja diambil Davidson dari sebuah bank swasta di kawasan Green Garden, Jakarta Barat, raib dibawa kabur perampok berpistol tersebut.

Peristiwa penembakan Davidson Tantono saat siang bolong sempat menggegerkan kawasan sekitar SPBU.

Sekuriti SPBU, Ardan mengaku, mendengar suara letusan senjata api. Ia pun langsung berlari bermaksud melihat apa yang terjadi. Ia kemudian melihat seorang pria sudah terkapar bersimbah darah di dekat tangki BBM di SPBU.

"Saya enggak sempat lihat pelakunya,"ujar Ardan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan, peristiwa tersebut adalah perampokan. Korban sempat melawan dari perampok, sebelum akhirnya ditembak di kepala.

"Korban sempat melawan, tarik‑tarikan tas, isinya uang Rp 350 juta untuk bayar gaji pegawai diambil di bank sekitar SPBU," ujar Argo.

Argo menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pukul 13.00. Saat itu korban memasuki SPBU karena merasa mobil Innova B 1136 GFY yang dikendarainya terasa "kurang angin". Korban bermaksud untuk menambal ban mobilnya yang kempes.

"Tiba‑tiba ada dua sepeda motor (yang penumpangnya) berboncengan menghampiri korban dan langsung merampas tas yang ada di dalam mobil. Kemudian pelaku menembakkan senjata api ke arah korban dan mengenai hingga korban meninggal dunia," kata Argo.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan menjelaskan, pelaku perampokan yang menewaskan Davidson Tantono berjumlah empat orang. Keempat pelaku tersebut menggunakan dua sepeda motor dan berboncengan.

Pelaku lanjut Andi diduga telah mengikuti korban. Pelaku juga diduga telah mengetahui aktivitas korban sehari‑hari.

"Kemungkinan korban sudah digambar oleh pelaku," tuturnya.

Andi menambahkan, ban mobil Toyota Innova hitam Davidson digembosi oleh keempat pelaku perampokan lebih dulu.

Menurut Adnan, korban sudah dibuntuti dari Green Garden, Jakarta Barat. Dari salah satu bank swasta di kawasan tersebut, David membawa uang Rp 350 juta.

"Kemungkinan korban sudah dibuntuti. Lalu, korban digembosi bannya," ujar Andi.

Polisi juga telah memeriksa CCTV atau kamera pengawas di lokasi perampokan di SPBU Jembatan Gantung.

"Sudah (periksa CCTV) cuma tidak ada. Tidak kelihatan. Tidak kelihatan di TKP itu," ujar Andi.

Polisi belum berhasil mengungkap identitas para pelaku perampokan tersebut. Namun, menurut Kapolsek Cengkareng, Kompol Eka Baasith, keempat orang pelaku itu memiliki ciri‑ciri fisik berkulit hitam dan mengenakan kemeja berwarna putih serta celana jeans. 

Kronologi Perampokan

Kejadian ini bermula pada pukul 13.00 WIB, kendaraan korban yang memasuki SPBU untuk menambal ban di pintu keluar, tiba-tiba ada satu kendaraan bermotor yang ditumpangi dua orang menghampiri korban.

Dua pelaku tersebut langsung merampas dan mengambil tas yang ada di dalam mobil.

Namun, karena adanya kejadian tarik menarik tas antara pelaku dan korban, pelaku tanpa basa-basi langsung menembakkan senjata api ke arah kepala korban hingga tewas seketika.

Pada pukul 13.40 WIB, petugas dari Polsek pun tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Siap Kawal Masyarakat

KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengimbau, agar warga yang hendak mengambil uang di bank dengan jumlah banyak memberitahukannya kepada polisi.

"Nanti kami kawal kalau masyarakat mau ambil uang. Tidak dipungut biaya alias gratis," ujar Argo kepada Kompas.com, Jumat (9/6) malam.

Jika tidak mau dikawal polisi, kata Argo, sebaiknya warga tidak mengambil uang sendirian. Hal tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya aksi perampokan.

"Kalau merasa ada yang mengikuti atau mencurigakan segera laporkan. Di bank kan ada petugas kemanannya, lapor ke kita (polisi) juga bisa," kata Argo. (Tribun Network/nis/kps/wly)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer