Ketika Luhut Kritik Menteri Susi, Jawaban Menteri Nyentrik Ini Tak Terduga!

Kritik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengenai perikanan mendapatkan balasan.

Menurut Luhut, selama ini, Menteri Susi telah menjalankan tugasnya untuk memajukan perikanan Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, Luhut mengungkapkan penilaiannya tersebut terlihat dari tindakan Susi saat menenggelamkan kapal asing karena menangkap ikan secara ilegal atau illegal fishing.

"Kita sekarang melihat illegal fishing sudah lumayan bagus, tetapi apa selanjutnya. Itu yang harus kita jawab," ujar Luhut di Ruang Sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Tampaknya, Luhut sedang menanti gebrakan baru Susi.

Pernyataan Santai Menteri Susi soal Foto Ketiduran di Bandara New York

Mantan Menkopolhukam ini meminta kepada Susi untuk merencanakan kebijakan-kebijakan mengenai perikanan yang baru.

"Saya kira illegal fishing sudah cukup bagus sekarang, selanjutnya apa? Ikan itu tidak ada kebangsaannya, kalau tidak ditangkap pindah ke tempat lain atau dia mati. Jadi harus dibuat (kebijakan). Saya minta perencanaan, target mereka gimana," jelas dia

Rupanya, Kritikan Luhut untuk Susi soal penyusunan langkah strategis mendapat komentar dari Susi.

Susi menilai pernyataan Luhut sesuatu yang aneh dan absurd.

Kritik Luhut yang dimaksud Susi adalah pernyataan yang meminta Susi segara menyusun langkah agar ikan-ikan yang ada di laut bisa ditangkap sebelum mati atau kabur ke perairan negara lain sebab ikan tidak punya agama dan kebangsaan.

"Ya ikan mati, kita juga akan mati. Tapi ikan mati pasti bertelur dan beranak pinak dulu," ujar Susi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Menurut Susi, siklus ikan akan terus berkembangbiak dan tidak akan langsung mati.

Menteri nyentrik tersebut juga mengatakan, "Tidak ada LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di perikanan, tidak ada KB (keluarga berencana) di mahluk laut itu."

Soal keberadaan ikan yang menyebrang ke negara lain, Susi mengatakan bahwa saat ini hanya ikan tuna saja yang memiliki siklus migrasi.

Namun Susi meyakinkan tak perlu khawatir dengan migrasi ikan tuna karena wilayah migrasi tuna terutama tuna sirip kuning masih berada di wilayah Indonesia yakni Laut Banda.

"Indonesia tetap lebih menang karena zonanya ikan migratory yaitu yellow fin (tuna sirip kuning) itu 60 persen itu ada di Laut Banda," kata menteri nyentrik itu.

Aksi Menteri Susi di acara Konferensi Laut PPB, di UNHQ, New York, Amerika Serikat.

Konferensi Laut PBB berlangsung tanggal 5-9 Juni 2017 dengan mengusung tema “Our Ocean, Our Future: Partnering for the Implementation of SDG’s 14”.

Saat itu, Menteri Susi hadir sebagai perwakilan dari Indonesia.

Menteri Susi menyarankan berbagai langkah yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga keberlanjutan kelautan dan perikanan dunia.

“Lautan menutup sekitar 71 persen permukaan bumi. Lautan harus dilindungi untuk menumbuhkan dan menjaga kelestarian kehidupan laut. Ini merupakan tugas kita untuk menjaga hak lautan,” ungkap Menteri Susi berdasarkan keterangan resmi KKP.

Menurut pemiliki maskapai Susi Air itu, untuk dapat menjaga lautan, semua masyarakat dunia harus memahami bahwa lautan dan kehidupan yang terkandung di dalamnya berhak untuk hidup lestari.

Dilansir dari KOMPAS.com, Susi menyarankan agar dibentuk suatu badan global untuk mengatur perlindungan terhadap hak laut, yang tak akan terganggu oleh agenda politik apa pun.

“Dunia butuh badan yang dapat melindungi hak lautan. Khususnya dengan bersama-sama berjuang melawan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing,” tambah Menteri Susi.

Menteri Susi mengatakan, laut lepas perlu managemen yang lebih baik agar penangkapan hasil laut tidak mengancam kelestarian sumber daya alam negara tersebut.

Untuk itu, Menteri Susi menyarankan negara-negara dunia melakukan penangkapan menggunakan peralatan dan metode yang aman, mengontrol Fish Agregating Device (FAD) dan tidak menguras induk-induk ikan yang bermigrasi menuju zona perkembangbiakan mereka.

Ramai Jadi Omongan, Ternyata Begini Pujian Leonardo DiCaprio untuk Menteri Susi

“Ketika induk-induk ikan tidak kembali ke zona perkembangbiakan (akibat ditangkap), bayi-bayi ikan tidak akan lahir untuk menjaga keberlanjutannya, sehingga dunia akan kehabisan stok ikan,” tambahnya.

Menteri Susi juga menekankan pentingnya melindungi laut lepas sebagai upaya melindungi industri skala kecil seperti nelayan.

Menurutnya, nelayan-nelayan, terutama nelayan, kecil harus bisa sejahtera dengan menggantungkan hidup dari laut.

Laut harus dapat menjadi sarana nelayan kecil untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Terakhir, Menteri Susi meminta agar dunia memahami bahwa IUU Fishing adalah kejahatan transnasional yang terorganisir.

Dalam praktiknya, selain melakukan pencurian ikan juga terjadi perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, transaksi bahan bakar minyak (BBM) ilegal, dan penyelundupan binatang langka. (TribunWow.com/Woro Seto)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer