Pecabutan Banding Ahok Dikabulkan, Begini Kata Pihak Keluarga

Pengadilan Tinggi Jakarta mengabulkan pencabutan banding kasus dugaan penodaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dikutip dari laman Mahkamah Agung, pada direktori putusan, pencabutan banding itu dilakukan dan dibacakan majelis hakim pada 13 Juni 2017.

Penetapan pencabutan banding Pengadilan Tinggi Jakarta diberikan setelah adanya permohonan Ahok ataupun jaksa penuntut umum (JPU).

Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan hukuman dua tahun penjara karena dianggap terbukti melakukan penodaan agama.

3 Aktivitas yang Sering Dilakukan Ahok Setelah Satu Bulan Mendekam di Mako Brimob!

Permohonan pencabutan banding yang dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta ini ditanggapi oleh kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie.

Melansir Tribunnews.com, ia mengatakan bahwa sejak awal ia selalu mendukung apapun keputusan adik angkatnya tersebut.

"Ya apa keputusan keluarga (saat itu), ya itu kita dukung," ujar Nana, saat dihubungi Tribunnews, Senin (19/6/2017).

Ketika ditanya apakah dirinya sudah melakukan pembahasan dengan keluarga Ahok lainnya, ia hanya mengiyakan pertanyaan tersebut dengan singkat tanpa menjelaskan lebih detail lagi.

Nana juga menambahkan, bahwa dirinya sudah bertemu dengan Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua Depok sebelum Pengadilan Tinggi Jakarta mengabulkan pencabutan banding Ahok.

Ahok Menunggu Hal Ini Sebelum Benar-benar Dipindahkan ke LP Cipinang

Setelah pencabutan banding dikabulkan pun ia berencana untuk menemui Ahok kembali.

"Udah kemarin ketemu, ya insha Allah (ke Mako lagi)," jelasnya.

Nana menjelaskan bahwa pihak keluarga juga menerima keputusan tersebut dan tidak ada masalah terkait dengan pengabulan tersebut.

"Tanggapan keluarga sih ya kita lihat ajalah gimana keputusannya (Pengadilan Tinggi Jakarta)," tegasnya.

I Wayan Sudirta, seorang penasihat hukum Ahok pun juga memberikan tanggapan terkait dikabulkannya pencabutan banding itu.

Melansir dari Tribunnews.com, yang menghubunginya, Wayan mengatakan bahwa tidak ada masalah terhadap keputusan tersebut, Senin (19/6/2017).

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya Ahok juga sudah mendiskusikan keputusan ini secara matang dengan para penasihat hukumnnya.

Wayan juga mengatakan bahwa pencabutan banding tersebut merupakan bentuk pengorbanan ekstra yang dilakukan Ahok yang sejak awal memang tidak bersalah.

Pengorbanan yang dilakukan Ahok tersebut untuk bangsa dan negara serta masyarakat.

Kembali melansir Tribunnews.com, keputusan yang diambil Ahok ini juga lantaran mempertimbangkan maraknya demo yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta.

Menurutnya, Ahok tidak ingin pihak yang tidak menyukainya terus menerus melakukan aksi demo yang akhirnya menimbulkan gesekan antara pihak yang pro maupun kontra dengan dirinya.

Ahok ingin Jakarta kembali menjadi kota yang aman dan nyaman untuk dihuni.

"Maksudnya (Pak Ahok), dengan mencabut banding itu kan, biar tidak ada demo-demo lagi, biar tidak ada benturan antarpendemo, sehingga suasana Jakarta itu (kembali) nyaman," ujar I Wayan, saat dihubungi Tribunnews, Senin (19/6/2017).

Lebih lanjut I Wayan menegaskan, kliennya sengaja mengorbankan diri untuk menghindari berlarutnya aksi yang bisa saja merembet pada isu-isu politik lainnya.

"(Karena) kalau ada demo-demo, nanti bisa merembet kemana-mana kan, nah itu yang dihindari," tegasnya.

Sebelumnya, penetapan pencabutan banding diberikan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta setelah adanya permohonan yang diajukan oleh mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok sendiri kini masih menjalani hukumannya selama dua tahun penjara di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, terkait kasus dugaan penistaan agama. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer