Pemalsu Uang Ini Sudah Bolak- Balik Masuk Penjara

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membekuk pencetak uang palsu di Jalan Gunawan Rajabasa, Lampung.

“Kami amankan AM Rabu jam 16.00 WIB di Lampung Selatan,” ujar Dirtipideksus Brigjen Pol Agung Setya, Jumat (16/6/2017). Menurutnya, pengungkapan bermula adanya informasi dari seorang informan .

Selanjutnya Rabu (14/6) informan bertemu dengan pelaku di suatu tempat sesuai kesepakatan. Pelaku (MA) datang dengan mambawa uang palsu.

“MA membawa uang palsu pecahan Rp 50 ribu 10 ikat dan masing-masing 100 lembar,” terangnya. Polisi lalu menyergap tersangka.

Polisi menggeledah di kontrakan MA. Ditemukan tiga ruangan yang mana salah satu ruangan tersebut digunakan untuk memproduksi atau mencetak uang palsu tersebut.

“Di sana ada tiga unit printer, satu layar monitor, ada pressing, Hair dryer, ada alat pemotong kertas, dan ada alat tes ultraviolet untuk meyakinkan pembeli uangnya.”

Selain mengamankan alat pembuatan upal, polisi juga mengamankan 1.000 lembar upal yang telah siap diedarkan. Rencananya 1.000 lembar upal tersebut akan diedarkan di Jakarta dan pulau Jawa.

Hasil pemeriksaan ternyata MA tidak sendirian dalam menjalankan aksinya. MA memiliki rekan kerjanya yakni LK yang selama ini bertugas sebagai pemodal dan yang memproses gambar uang palsu dan mencetaknya sedangkan MA bertugas menyemprot lembar uang palsu dan menyulam benang pengaman uang palsu.”Saya masih kejar satu pelaku sebagai pendana ini,” ungkap dia.

Belakangan juga diketahui bahwa MA ini merupakan residivis dua bulan lalu. MA ditahan selama satu tahun delapan bulan karena kasus upal juga. Selama dalam tahanan, MA ternyata banyak belajar cara membuat uang palsu dari tahanan lain.”Yang bersangkutan di dalam LP belajar bersama dengan pelaku lain yang bisa membuat (upal) dan hasilnya setelah keluar, dia praktek yang dipelari di dalam LP, jadi kita akan terus meningkatkan pengawasan kita pada para mantan-mantan napi upal ini,” jelasnya.

Atas perbuatanya, MA dijerat dengan Pasal 36 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau ayat (3) Undang-Undang nomor 7 Tahhn 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maka simak 10 tahun penjara. (Adji)




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer