Rizieq Minta Pemerintah Lakukan Rekonsiliasi, Komentar Pengamat Ini Telak Banget

Rekonsiliasi atau revolusi. Itulah tawaran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kepada pemerintah beberapa waktu lalu, yang kemudian menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pengamat politik Petrus Selestinus.

Menurutnya, tawaran rekonsiliasi dari Habib Rizieq, tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu, baiknya ditujukan kepada Firza Husein, yang juga tersangka dalam kasus yang sama.

"Mau ngajak rekonsiliasi, rekonsiliasi sama siapa? Kalau rekonsiliasi sama Firza ya masuk akal, bukan sama pemerintah," kata Petrus kepada Netralnews.com, Selasa (20/6/2017).

Tidak tepatnya Habib Rizieq meminta pemerintah untuk rekonsiliasi, disebut Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini, karena posisi dia sebagai terduga dalam berbagai kasus pidana, harusnya dihadapi lewat jalur hukum, dan bukan menawarkan rekonsiliasi.


"Karena pemerintah sudah memposisikan dia sebagai seorang terduga, untuk diminta pertanggungjawaban pidana, dan pilihannya dia cuma dua, penjara atau bebas," tegasnya.
Bahkan Petrus berpendapat, tawaran Habib Rizieq tersebut sama halnya dengan menghina pemerintah, sehingga ia menyarankan untuk tidak memghiraukan permintaan dari Ketua Dewan Pembina Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu.

"Masak ada rekonsiliasi, itu kan menghina itu. Jadi sikap pemerintah harusnya gak usah didengar, lebih baik fokus upaya paksa kembalikan dia ke sini," ujar anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu.

Sebelumnya Habib Rizieq lewat sambungan telepon dari Arab Saudi dalam sebuah acara diskusi menginginkan, agar beberapa tokoh yang berada di pihak dia, mengatur format yang tepat untuk diadakannya rekonsiliasi dengan pemerintah.

Namun demikian ditegaskan Habib Rizieq, jika tawaran rekonsiliasi ditolak pemerintah dan masih ada ulama yang dikriminalisasi, kebebasan hak asasi manusia para aktivis diberangus, rakyat jelata terus menerus dipersulit dan Islam dimarginalkan, maka dia bertekad melakukan revolusi.

"Akan tetapi jika rekonsiliasi itu gagal, kalau rekonsiliasi itu tetap ditolak oleh pihak seberang sana, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan. Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, terserah pemerintah, mau rekonsiliasi atau revolusi," tegas Habib Rizieq, Jumat (16/6/2017).






Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer