Terungkap! Divisi Humas Polri Beberkan Status Hary Tanoesoedibjo Saat Ini

Tersebar kabar bahwa bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka.

Namun kabar tersebut segera dibantah oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus.

Kasus dugaan SMS bernada ancaman dari Hary Tanoe kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto, kini masih dalam penyelidikan.

Untuk itu, pihak kepolisian belum menetapkan siapa pun sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Dalam proses penyelidikan ini penyidik mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari saksi," ujar Martinus, dikutip dari Tribunnews.com.

Fakta Soal Status Hary Tanoesoedibjo di Kasus SMS Ancaman ke Penyidik Kejaksaan

Untuk diketahui, kini polisi telah memeriksa 13 saksi dan ahli.

Penyidik juga akan melakukan gelar perkara pada pekan depan.

Hal inilah yang akan menentukan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak.

"Kalau tingkat penyidikan, maka kita di situ akan menentukan siapa tersangkanya," kata Martinus.

Maka tidak benar jika ada kabar yang menyebutkan bahwa Hary telah menjadi tersangka.

Bahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pun belum dikeluarkan oleh penyidik.

"Sampai saat ini (Hary) masih berstatus saksi," kata Martinus.

Jaksa Agung: Hary Tanoe tersangka

Telah diberitakan sebelumnya jika Jaksa Agung HM Prasetyo menyebut Hary Tanoesoedibjo, telah menjadi tersangka atas kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat atau SMS kepada jaksa Yulianto.

Prasetyo mengatakan hal tersebut ketika dimintai tanggapan terkait pemeriksaan Yulianto oleh Bareskrim pada Rabu (14/6/2017).

"Kalau Pak Yulianto dipanggil di sana diperiksa, itu juga kewajibannya untuk hadir. Begitupun tentunya juga dengan si Tersangkanya. Yah terlapornya. Tersangkanya lah, sekarang sudah tersangka," kata Prasetyo kepada Tribunnews.com di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

"Karena sudah ditingkatkan ke Tersangka, setiap kali diundang yah harus hadir. Itu kewajiban di Undang-undang yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara yang baik," imbuhnya.

Pada hari Kamis (15/6/2017) kemarin, Kapuspenkum Kejaksaan Agung M Rum juga menyatakan bahwa pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara dugaan acaman jaksa Yulianto dari Bareskrim Polri.

Kronologi kasus dugaan SMS bernada ancaman

Hary Tanoesoedibjo telah memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri, Senin (12/6/2017).

Dikutip dari Kompas.com, Hary diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Ketika tiba di kantor Tipidsiber, Hary Tanoe tak banyak bicara ketika ditemui awak media.

"Nanti saja ya," kata HT sambil berjalan menuju lobi gedung.

Kasus ini bermula sejak satu tahun yang lalu, tepatnya ketika Yulianto mendapat pesan singkat dari orang tak dikenal pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB.

Berikut isi pesan tersebut.

"Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power.Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Pesan tersebut mulanya tidak diabaikan oleh Yulianto.

Namun pada 7 Januari dan 9 Januari 2016, Yulianto kembali mendapat pesan serupa.

Kali ini melalui aplikasi chat WhatsApp, dan menggunakan nomor yang sama.

Isi pesannya sama, hanya ditambahkan, "Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju."

Yulianto lantas mengecek siapa pengirim pesan tersebut.

Setelah itu ia meyakini jika yang mengirim pesan singkat itu adalah Hary Tanoesoedibjo.

Atas dasar itu, Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Siaga Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim.

Hary Tanoe akui telah kirim pesan

Hary Tanoe, tidak membantah jika dirinya telah mengirim pesan tersebut.

Namun, ia membantah jika isi dari pesan tersebut bernada ancaman.

"SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam," ujar Hary Tanoe usai diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (12/6/2017).

Hary mengungkapkan jika dirinya mengirim pesan tersebut ketika adanya kasus korupsi restitusi pajak di PT Mobile 8 yang menyeret namanya.

Hary Tanoe menganggap ada keganjalan dari sikap Kejaksaan Agung dalam kasus tersebut.

Pasalnya, Hary Tanoe menyebutkan jika pengadilan telah memerintahkan Kejaksaan Agung untuk menghentikan kasus tersebut.

"Jelas itu sudah diputuskan pengadilan. Jadi jelas bahwa apa yang saya duga, meskipun saya tidak ada kaitannya," kata Ketua Umum Perindo itu.

Pengakuan hingga Kecurigaan Hary Tanoe Terkait Kasus SMS Kaleng yang Menyeretnya

Hary Tanoe kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mengancam aparat penegak hukum.

Ia justru mengungkapkan bahwa tujuan dirinya berpolitik adalah untuk memberantas oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan.

"Kalau mengancam kan tidak begitu, kalau saya jadi pimpinan akan saya bunuh, itu baru mengancam," kata Hary usai diperiksa di Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (12/6/2017).

"Saya katakan suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, dan salah satu alasan saya masuk ke politik adalah memberantas oknum-oknum yang abuse of power, yang transaksional," papar Ketua Umum Perindo itu. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer