Tudingan Aliran Dana Alkes Tak Bisa Dipastikan, PAN Desak KPK Minta Maaf Kepada Amien Rais

SENAYAN - Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta maaf kepada Amien Rais, keluarga besar PAN, dan masyarakat.

"KPK perlu menjaga kredibilitas KPK, kalau tidak dilakukan, ada apa dengan KPK?" kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di ruang Fraksi PAN, Jakarta, Senin (9/6/2017).

Yandri mengatakan, majelis hakim kasus dugaan korupsi alat kesehatan dengan terdakwa Siti Fadillah Supari telah membantah aliran dana Rp 600juta kepada Amien Rais.

"Majelis hakim mengatakan tidak ada relevansinya," ujar Yandri.

Anggota Komisi II DPR itu mengatakan, Fraksi PAN bersyukur Amien Rais tidak terlibat kasus tersebut. Ia menilai tuduhan yang dilakukan jaksa KPK merupakan tindakan keji kepada tokoh reformasi.

"Karena isunya sudah menyebar. Kami minta KPK mengklarifikasi secara terbuka dan gentlemen, baik media cetak, online, dan tidak ada kata bersayap," tutur Yandri.

Yandri mengakui publik terbelah saat nama Amien Rais disebut di pengadilan. Oleh karenanya, KPK wajib bertindak adil dan menghindari lembaga tersebut menjadi tunggangan pihak tersebut.

Sebelumnya, majelis hakim memutuskan tidak mempertimbangkan aliran uang kepada Amien Rais.

Hal itu disampaikan mejelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, saat membacakan putusan terhadap terdakwa Menteri Kesehatan periode 2004-2009 Sifi Fadilah Supari.

"Menimbang bahwa mengenai uang yang ditransfer kepada Soetrisno Bachir dan Amien Rais tersebut, tidak dapat dipastikan uang tersebut berasal dari proyek alkes atau bukan," kata anggota majelis hakim Diah Siti Basariah.

Dalam sidang sebelumnya disebutkan, uang tersebut berasal dari PT Mitra Medidua sebagai penyedia alat kesehatan.

Uang tersebut ditransfer ke rekening ke Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF).

Atas perintah Nuki syahrun selaku ketua yayasan, Yurida Adlaini selaku kemudian mengalirkan uang tersebut ke rekening Amien Rais secara bertahap.

Transfer tersebut pertama kali pada 15 Januari 2007, kemudian 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007, masing-masing Rp 100 juta.

Soetrisno Bachir juga disebut menerima Rp 250 juta pada 26 Desember 2006. (*)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer