212 Pendukung Buni Yani Tak Juga Datang Hingga Sidang Usai

Sebelumnya sebuah pesan masif beredar di media sosial. Pesan tersebut berisi tentang pemberitahuan dari Aliansi Pergerakan Islam (API) yang ditujukan kepada Kapolrestabes Bandung. Pesan yang terkait dukungan untuk Buni Yani pada sidang lanjutan kasus ITE di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (4/6/2017).

Isi pesan yang beredar itu adalah urutan jadwal kegiatan yang rencananya akan dilakukan oleh API dan massa pendukung Buni Yani.


Berdasarkan pesan tersebut, massa yang akan datang ke Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan untuk mendukung Buni Yani berjumlah 212 orang. Hmm lagi-lagi angka ini yang dijual, selalu mengekploitasi aksi 212.

Berikut isi lengkap pesan yang beredar di sosial media tersebut.

Pemberitahuan dan Undangan*

Bukti Tanda Terima Surat Pemberitahuan dari API Jabar ke Kapolrestabes Bandung terkait acara besok Selasa, 4 Juli 2017 dari jam 04.00 s.d selesai dg Rundown acara sbb:
*04.00-06.00* : Sholat Shubuh berjama’ah di Masjid Istiqomah Bandung Jl. Citarum Bandung (waktu Shubuh jam 04.39)
Penceramah:
*1. KH. Abdul Qohar Al Qudsi (Ketua DPD FPI Jabar)*
*2. Ust. Asep Syaripudin (Koordinator API Jabar)*
*3. Beberapa penceramah masih konfirmasi*

*06.00-07.30* : Sarapan pagi dan Persiapan aksi

*07.30-08.00* : Longmarch ke Kejati Jabar

*08.00 s.d selesai* : Silaturrahim Ke Kepala Kejati Jabar Jl. LL. RE. Martadinata no. 54 Bandung bersama *212 orang* perwakilan Ulama, ajengan, Ustadz dan tokoh Jabar serta aktivis Pejuang Penegak Keadilan Hukum.

*09.00 s.d selesai* : menghadiri dan mengawal persidangan Buni Yani yg ke-3 dg agenda persidangan *Tanggapan JPU atas Eksepsi/ Keberatan Terdakwa (Buni Yani).*
Tempat Persidangan tentatif

*Informasi*
Untuk Rizal
Akh Catur Abdul Aziz 081221826856
Akh Wawan Gunawan 081221003672

Untuk Nisa
Ukht Nelly 085871708805



*Catatan:*
Bagi yg mau datang sejak malam ini untuk mabit di Masjid Istiqomah Bandung dipersilahkan

*Silahkan SHARE & VIRALKAN*

Namun sayang ratusan orang yang direncanakan bakal hadir pada sidang lanjutan perkara Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (4/7/2017), hingga sidang berakhir ternyata tak kunjung datang.

Buni Yani dan para penasihat hukumnya pun sudah keluar dari gedung persidangan. Saat keluar, Buni Yani terlihat mengenakan kemeja batik dan langsung disambut oleh beberapa kerabatnya.

Meski tidak terlihat massa pendukung Bunk Yani yang datang, pihak kepolisian tetap bersiaga menjaga keamanan.

Buni Yani juga dikabarkan kecewa terhadap majelis hakim. Menurutnya majelis hakim tidak memberikan kesempatan kepada Buni Yaniuntuk menanggapi kembali tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap 9 poin eksepsi Buni Yani yang sebelumnya diajukan pada sidang tanggal 20 Juni 2017 lalu.

“Jaksa sudah memberikan dakwaan, jaksa sudah memberikan tanggapan. Harusnya kami dapat satu kesempatan lagi untuk memberikan tanggapan agar sama dua kali menanggapi,” kata Buni Yani di sela-sela sidang yang digelar di gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (4/7/2017).

Meski Buni Yani menyatakan kekecewaannya, namun ketua Majelis Hakim M Saptono menolak permintaan pihak Buni Yani untuk menanggapi kembali tanggapan jaksa.

Menurut Hakim, jika terus menerus saling menanggapi maka persidangan tidak akan berujung.

“Ketentuan dalam KUHAP memang demikian peraturannya. Semua argumen sudah tertuang dan kami akan pertimbngkan,” ujarnya.

Hakim pun memutuskan sidang ditunda dan digelar kembali pada tanggal 11 Juli 2017.

“Agendanya putusan sela majelis hakim,” akunya.

Ditemui seusai persidangan, Aldwin Rahadian, kuasa hukum Buni Yani mengatakan, permintaan untuk menanggapi kembali JPU karena tanggapan tersebut kurang lengkap dan tidak mendetail.

“Tidak lengkap dan tidak terurai. Kami mengingatkan kembali kepada hakim hak menanggapi jaksa atas tanggapannya terhadap eskepsi kami. Tapi hakim beranggapan cukup bisa menerima eksepsi kita,” ucapnya.

Aldwin berharap, majelis hakim bisa menerima eksepsi yang diajukan pihaknya. “Mudah-mudahan hakim mengabulkan eksepsi keberatan Pak Buni Yani,” tandasnya.

Begitulah kelelawar





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer