Begini Tanggapan Telak KPK Terhadap Fahri Yang Meminta Agar KPK Dibubarkan


Diantara wakil rakyat yang lain, sepertinya hanya Fahri yang kelihatan takut sekali dengan KPK. Bahkan orang-orang yang berhasil diringkus oleh KPK juga tidak sampai meminta agar KPK dibubarkan, namun Fahri meminta Presiden untuk membubarkan KPK. Ketika masyarakan bangga dengan kinerja KPK karena berhasil meringkus koruptor, Fahri justru merasa kinerja KPK tidak ada gunanya. Apa jangan-jangan Fahri tidak suka jika koruptor diringkus? Apa Fahri ingin korupsi semakin menjamur di Negeri ini?



Sebekumnya Fahri mengatkan bahwa keberadaan KPK lebih parah dari pada Komnas HAM. Ia berkata, KPK seolah tidak bertanggungjawab kepada presiden dalam menjalankan tugasnya. Hal itu, kata dia, terlihat dari cara presiden yang enggan mengintervensi kinerja KPK. Bahkan menurutnya, internal KPK juga seolah berjalan di luar kendali pimpinan. Menurut dia, pembubaran lembaga itu perlu dilakukan untuk memperkuat lembaga inti, seperti kementerian. Pembubaran juga merupakan langkah untuk menghemat keuangan negara.

Jadi menurut Fahri, KPK hanya memboroskan uang negara. Secara tidak langsung, Fahri mengatakan agar para koruptor dibiarkan saja, tidak usah diringkus karena hanya memboroskan keuangan negara. logika Fahri kok aneh sekali. Bukan persoalan uang negara boros atau tidak, namun ini demi keadilan dimana pelaku kejahatan harus ditindak dan mendapat hukuman yang setimpal. Jika mengikuti logika Fahri, sudahlah tidak usah ada pengadilan, lembaga kepolisian, dan penjara karena itu hanya memboroskan uang negara. Sebagai wakil rakyat kok bisa-bisanya Fahri berpikir sependek itu.

Pantas saja, KPK tidak terlalu menanggapi dengan serius pernyataan Fahri. KPK menganggap pernyataan Fahri hanya ciutan burung beo yang tidak perlu digubris.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan menanggapi serius pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang ingin agar lembaga anti rasuah dibubarkan. Pernyataan Fahri dianggap hanya usulan yang bebas dilontarkan siapa pun.



“Kirim salam saja sama Pak Fahri-nya. Gitu ya. Selamat lebaran, mohon maaf lahir batin,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Saut justru menyampaikan salam agar KPK dan DPR dapat sukses secara bersama-sama. Senada dengan Saut, Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menilai, pernyataan Fahri tak penting untuk ditanggapi.

Ia juga tak yakin apakah pernyataan itu disampaikan dalam kapasitas Fahri secara pribadi, sikap fraksi, atau mewakili sikap DPR secara keseluruhan.

Febri menuturkan, pernyataan Fahri merupakan hal yang biasa muncul ketika KPK tengah menangani kasus korupsi kelas kakap. Namun ia menegaskan KPK tak akan gentar menangani kasus-kasus tersebut. Terlebih, sejak awal Presiden Joko Widodo telah memberikan dukungan untuk memperkuat KPK

“Kami di KPK akan bekerja lebih keras menangani kasus korupsi yang melibatkan penyelenggara negara. Jangan pernah berpikir tekanan secara politik seperti itu akan membuat KPK berhenti menangani kasus korupsi,” tuturnya

Tangapan tidak serius dari KPK terhadap permintaan Fahri agar KPK dibubarkan menjadi bukti bahwa Fahri bukanlah siapa-siapa. Bagi KPK sendiri, Fahri bukanlah sosok yang perlu ditakuti karena memang tidak punya pengaruh. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa tong kosong nyaring bunyinya. Fahri memang seperti tong kosong. Mulutnya sering kali nyinyir kesana kemari tanpa beban. Namun Fahri hanya nyaring bunyinya. Sosoknya bukan termasuk yang berpengaruh di DPR sehingga KPK tidak menganggap bahwa permintaan Fahri agar KPK dibubarkan sebagai sebuah ancaman.

Fahri bagi KPK bisa jadi hanya dianggap sebagai anak kemarin sore yang belum bisa mengontrol emosi dan masih suka meledak-ledak. Permintaan Fahri agar KPK dibubarkan tidak dianggap sama sekali oleh KPK. Oleh karena itu, KPK hanya memberi ucapan selamat lebaran ke Fahri dengan harapan kali saja Fahri bisa sedikit reda emosinya.hehe

Terlepas dari tanggapan tidak serius KPK terhadap Fahri, ada sesuatu yang terlihat janggal. Saya amati, sejak KPK berhasil membongkar kasus korupsi E-KTP yang menjerat beberapa anggota DPR, Fahri menjadi orang yang terlihat panik. Dirinya terlihat semakin tidak suka dengan KPK. Dari mulai mengusulkan hak angket untuk KPK, dan puncaknya Fahri meminta untuk dibubarkan. Sikap Fahri tentu sangat aneh. Pasalnya, nama-nama yang disebut terlibat korupsi E-KTP juga tidak terlihat panik atau sampai meminta KPK dibubarkan. Mudah-mudahan keanehan ini suatu saat bisa terjawab.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer