Dhani Menjadi Dewan Museum Tim Kerja Anies-Sandi, Djarot Angkat Bicara

Berita Dhani dan Mulan menjadi anggota Tim Kerja bagian budaya dan pariwisata cukup mengejutkan publik. Kebenaran berita ini masih simpang siur. Dhani dinilai hanya mengklaim secara sepihak. Namun Dhani sendiri juga sudah menyampaikan usul ke Sandi dan Sandi pun menerima usulan Dhani untuk menjadikan Jakarta sebagai kota museum.


Sudirman Said telah mengatakan bahwa Dhani bukan Tim Kerja Anies-Sandi. Sampai sekarang masih belum bisa dipastikan apakah Dhani memang menjadi Tim Kerja Anies-Sandi atau hanya simpatisan belaka. Terlepas dari itu semua, kabar bahwa Dhani menjadi dewan musem dari Tim Kerja Anies-Sandi membuat kaget masyarakat. Djarot pun tertarik untuk memberikan komentar. Simak informasi berikut.

Djarot angkat bicara mengenai kabar pengangkatan musikus Ahmad Dhani menjadi anggota dewan museum oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Djarot terkejut dan mengaku baru tahu bahwa Dhani adalah seorang ahli museum dan pakar arkeologi.

“Bagus dong, harus disambut gembira, bagus. Saya baru tahu kalau beliau itu juga paham tentang arkeologi, paham tentang kemuseuman,” kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Menurut Djarot, saat ini Jakarta sudah memiliki ahli museum dan arkeolog dari pakar universitas ternama.

“Kami sudah punya namanya tim ahli cagar budaya yang melibatkan para pakar dari berbagai macam universitas. Salah satunya profesor dari UI,” kata Djarot.

Bahkan, saat ini para pakar tersebut tengah mengkaji dan membantu mengembangkan kawasan cagar budaya Sunda Kelapa dan Pasar Ikan.

“Lagi susun ini pergub tentang penentuan atau pengembangan kawasan cagar budaya di Sunda Kelapa, Pasar Ikan, sampai dengan Kota Tua. Dengan seperti itu, kita punya guidance, pedoman, kawasan seperti itu ke depannya mau seperti apa,” kata Djarot.



Meski demikian, Djarot menyebut tak masalah bila Dhani menjadi anggota Dewan Museum.

“Jadi kalau mau ada Pak Ahmad Dhani ya, oh bagus. Artinya beliau punya ketertarikan, punya disiplin ilmu tentang masalah permuseuman, arkeolog ya, bagus,” kata Djarot.

Sementara itu, terkait pendapat Dhani yang menyebut Gubernur DKI terdahulu tidak mengerti museum, Djarot enggan menanggapi.

“Enggak apa-apa. Orang dia lebih ahli kok. Tanya aja pada ahlinya, beliau lebih ahli, tanya dia,” ujar Djarot.

Saya belum mengetahui secara pasti maksud dari pernyataan Djarot. Apakah beliau dengan tulus menyatakan tidak masalah Dhani menjadi dewan museum atau justru pernyataannya hanya satir dan sindiran halus untuk Dhani. Heheh

Saya lebih melihat pernyataan Djarot sebagai sindiran. Terlebih Djarot juga mengatakan bahwa Jakarta sudah memiliki ahli museum dan arkeolog dari pakar universitas ternama. Secara tidak langsung, pernyataan Djarot ini sedang memberitahukan Dhani bahwa Jakarta sudah punya ahli museum bahkan dari kampus ternama. Djarot seperti sedang memberi tahu Dhani bahwa sebenarnya Jakarta sudah tidak butuh ahli museum sehingga Dhani sebenarnya tidak dibutuhkan. Terlebih, Dhani sebenarnya juga diragukan kemampuannya dalam bidang museum. Jika soal musik Dhani memang jagonya. Tapi kalau untuk museum, saya yakin banyak orang yang meragukan kemampuannya.

Wajar jika Djarot sempat kaget ketika mendengar Dhani akan menjadi dewan museum karena memang seperti tidak ada jejak bahwa Dhani pernah atau sudah berpengalaman dalam urusan museum. Dia juga sepertinya tidak pernah kuliah di jurusan museum atau arkeologi.

Pernyataan Djarot juga membungkam pernyataan Dhani sebelumnya yang mengatakan Ahok-Djarot tidak memperdulikan museum. Dhani juga mengatakan Ahok tidak tahu soal gitu-gituan (museum). Mudah-mudahan Dhani peka dengan pernyataan Djarot.

Hanya saja, Djarot menyadari bahwa dirinya sebentar lagi tidak punya wewenang di Jakarta. Anies-Sandi lah yang nanti berwenang untuk mengangkat Dhani sebagai dewan museum atau tidak. Djarot hanya bisa mengatakan tidak masalah jika nantinya Dhani benar-benar diangkat oleh Anies-Sandi sebagai dewan museum.

Pernyataan Djarot seharusnya dipertimbangkan lebih jauh lagi oleh Anies-Sandi. Jakarta sudah memiliki memiliki ahli museum dan arkeolog dari pakar universitas ternama. Menjadikan Dhani untuk menjadi dewan museum dan memberhentikan ahli museum dan arkelologi adalah tindakan blunder. Ibarat kata membuang pemain bintang dari sebuah tim dan memsukkan pemain yang belum punya nama. Mudah-mudahan Anies-Sandi memperhatikan hal ini.







Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer