Gara-gara Selipkan Kata "Pakai", Buni Yani Habiskan 900 Juta untuk Sewa Pengacara

Meski berkasnya hampir rampung, pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian merasa kliennya tak mendapatkan perlakuan semestinya dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Adwin sendiri membandingkan nasib Buni dengan mantan ters‎angka kasus dugaan penyebaran kebencian lainnya, Ade Armando yang sudah di SP3.
”Jadi menurut saya ini, ada kesan diskriminatif, perlakuan berbeda. kemudian dengan kasus yang sama, pasal yang sama, kasus Ade Armando diberhentikan. justru Pak Buni yang proses penyidikannya dihentikan,” kata Aldwin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/2/2017).


Aldwin melanjutkan, antara kasus Buni dengan Ade tak ada yang jauh berbeda.‎ Apalagi, kasus Buni menurut beberapa ahli tak mengandung unsur pidana.
“Tanpa harus begitu, Buni Yani sendiri mengatakan, harusnya perlakuan yang sama diberlkukan. Kalau mau fair (adil) kami juga sama dong, hentikan. Apalagi para ahli juga menyatakan hal yang sama. Tidak ada unsur disitu dugaan tindakan kebencian,” kata Aldwin.

Aldwin sendiri dalam waktu dekat akan bertemu penyidik Krimsus untuk menanyakan nasib clientnya yang terkatung-katung.

“Dari awal kan memang terkesannya dipaksakan kan. Sampai hari ini saya menanggap itu nggak ada unsur tindak pidana. Yang diposting Pak Buni apasih?,” tutupnya dengan sedikit heran.

Buni Yani mengaku heran hanya gara-gara 1 kata pakai dia sampai harus menghabiskan uang sebesar 900juta untuk membersihkan nama baiknya

Sebelumnya, Ade Armando sempat ditetapkan sebagai tersangka kasus ITE lantaran postingannya di akun Facebook dan Twitter. Dia dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang penghasutan berbau SARA melalui media sosial.

Laporan yang dilayangkan warga bernama Johan Khan pada 2016 itu mempermasalahkan postingan Ade yang menyebut bahwa ayat Al Quran bisa dikatakan dengan gaya apa saja. Ade dalam postingannya juga menyebut bahwa Allah bukan orang Arab.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer