Minta Abolisi, Pengamat Sebut Kubu Rizieq Aneh dan Salah Kaprah

Pengamat politik Arbi Sanit mengomentari usulan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra, supaya Presiden Joko Widodo memberikan obilisi kepada Habib Rizieq Shihab agar kasus yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, dihentikan.

Menurut Arbi, permintaan Yusril salah kaprah, pasalnya kasus chat WhatsApp berkonten pornografi dan kasus-kasus lain yang menjerat Habib Rizieq belum dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Permintaan abolosi itu aneh. Salah kaprah. Pertama, dia belum diproses hukum, berarti kejahatan dia belum diproses oleh negara, kalau belum diproses negara, kepala negara tidak bisa memberikan abolisi," kata Arbi kepada Netralnews.com, Minggu (2/7/2017).

"Lah dia belum terhukum, belum terperkara, belum tertuduh secara resmi, lalu apa yang mau diampuni, mengampuni hantu apa. Jadi abolisi itu kan harusnya sudah dibuktikan, atau mengaku secara terbuka diatas segel, bersalah, lalu bisa minta ampun kepada presiden kan," sambungnya.

Persoalan kedua, disebut Arbi, jika Presiden memberikan abolisi kepada Habib Rizieq, maka hal itu tidak adil bagi pihak-pihak yang memperkarakannya.

"Tapi kan ada masalah lagi, apa hak presiden mengampuninya, apa kewenangan otoritas presiden mengampuninya. Sebab, yang merasa dirugikan dan mengadukan kepada polisi haknya belum dipenuhi apa-apa," papar Arbi.

"Jadi kalau diampuni presiden tidak adil dong. Orang yang dirugikan tidak dipenuhi kepentingannya, orang yang merugikan diampuni, loh-loh," tutupnya.

Seperti diketahui, abolisi adalah hak yang dimiliki kepala negara untuk menghapuskan hak tuntutan pidana dan menghentikan jika telah dijalankan (pasal 1 angka 1 UU No. 22 Tahun 2002). Hak abolisi diberikan dengan memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 14 ayat (2) UUD 1945).





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer