Sedih! Kaesang Yang Dilaporkan, Pelapornya Yang Malah Diperiksa

Setelah Jokowi tidak bisa lagi disentuh, akhirnya kaum bumi datar kalap dan menyerang anak Jokowi. Padahal Kaesang Pangarep itu bukan orang penting lho. Penjabat ya bukan, ngurus proyek ya enggak, cuman anak presiden saja yang iya. Tapi kalau sudah dibutakan kebencian, kodok Jokowi pun bisa bakal dituduh macam-macam.


Respon polisi ternyata sungguh menohok, pelapor Kaesang yang malah diperiksa terlebih dahulu. Hasilnya? Wah, sang pelapor, Muhammad Hidayat, merupakan tersangka kasus hate speech (ujaran kebencian).

“Jadi tadi sudah disampaikan juga pihak Polres akan memulai meminta keterangan hari Jumat. Bisa jadi untuk terlapor juga. Tapi katanya yang pertama untuk pelapor, katanya,” ujar Hidayat, pelapor Kaesang.

Hahahaha. Dia yang melapor, eh dia yang diperiksa duluan.

Saat Logika Dibutakan Kebencian

“Iya kan banyak yang bertanya profil pelapor ini. Dia tersangka di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar

“Kasusnya sama, hate speech juga terhadap Kapolda Metro waktu (aksi) 411,” ucapnya.

Ini kan namanya maling nuduh orang lain maling, mana bisa dipercaya. Kalo yang lapor kelas bumi datar seperti ini, polisi pun tidak bakal serius menanggapinya. Uda tersangka, main lapor orang lain pula. Cari muka atau uda stress?

Ternyata Hidayat sang pelapor Kaesang juga sering melapor ke polisi. Namanya sudah termakan kebencian, segala sesuatu akan dilaporkan.

“Ada pertanyaan, ‘Pak Muhammad, kenapa yang dibidik anak Presiden?’, maka saya menjawabnya dengan simpel. Boleh dicek di Polres Bekasi Kota, di Polda Metro Jaya, di Mabes Polri. Ada laporan-laporan saya,” kata Hidayat



“Mengapa saya melakukan itu, karena bentuk kepedulian. Nggak pandang itu diduga pelaku ujaran kebencian itu anak Presiden, Ade Armando, akun palsu, atau segala macam, saya anggap tindakan melontarkan tindakan kebencian itu ya harus diberantas,” tuturnya.

Wah, bukankah ini pernyataan bunuh diri? ‘Tindakan melontarkan tindakan kebencian itu ya harus diberantas’? Bukankah dia sendiri itu merupakan tersangka ujaran kebencian? Atau… bagi dia dirinya sendiri tidak bersalah, hanya orang lain saja yang salah.

Memang kaum bumi datar ini otaknya kurang se-ons, main lapor sana sini dengan harapan bisa menarik orang lain ke penjara. Padahal junjungan mereka sendiri sudah kabur ke Arab dan overdosis kurma. Bagi mereka diri mereka selalu benar dan pihak lain selalu salah, kecuali kalau ada fulusnya.

Suatu saat nanti, kodok Jokowi juga bakal dilaporkan ke polisi. Suara ‘Kwok Kwok Kwok’ akan dianggap menghina dan merendahkan. Jadi sang kodok akan dilaporkan dengan kasus ujaran kebencian.

Ingat, kasus ujaran kebencian bisa terjadi karena ada seseorang yang MERASA bahwa ucapan tersebut mengandung unsur kebencian. Jadi kalau suara kodok DIRASA menghina pihak mereka, maka mereka bisa melaporkannya karena MERASA terhina.

Satu hal lagi yang perlu ditambahkan, sebenarnya pelapor Kaesang itu harusnya sedang ditahan. Tapi karena dirasa tidak akan melarikan diri (ga punya duit ke Arab mungkin) maka penahananya ditangguhkan.

“Sebenarnya ditahan. Cuma ditangguhkan. Ya tentu alasan subjektivitas penyidik. Seperti dia tidak akan melarikan diri,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Sudah mendapat penangguhan, eh malah masih melunjak dan mencari masalah. Vlog yang bertujuan untuk menghibur dan menjadi lelucon malah diekstrapolasi menjadi sumber ucapan kebencian. Apa mungkin mereka merasa terhina karena video tersebut mengejek mereka?

Dagelan di Indonesia sepertinya tidak akan selesai. Kita tunggu saja saat mereka akan melaporkan kodok Jokowi. Dibanding masuk penjara, mending kondisi mental mereka dicek. Stress dan kebencian itu pangkal penyakit lho.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer