Sindiran Sinis JK Terhadap Pemindahan Ibukota, Ada Apa??

Isu pemindahan Ibukota memang menjadi sebuah bola salju yang kini liar dikomentari oleh para elit politik. Perbedaan pendapat boleh saja terjadi, tetapi target sudah dicanangkan oleh Pemerintahan Jokowi, atau mungkin lebih tepatnya Jokowi. Jokowi sepertinya berpikir bahwa pemindahan Ibukota tidak bisa ditunda lagi.

itulah mengapa Jokowi dengan sigap dan cepat memanggil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro membahas rencana detail pemindahan ibu kota ini bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Senin (3/7/2017).



Ya, Bambang mendadak dipanggil Jokowi pada Pkl. 09.30 WIB untuk membahas hal tersebut. Karena panggilan itu, halal bihalal di kantor Bappenas terlambat 1 jam. Acara halal bihalal yang awalnya dimulai Pkl 10.00 WIB akhirnya baru bisa dimulai Pkl. 11.00 WIB.

Berikut adalah pernyataan Bambang dari hasil pembahasannya dengan Jokowi.

“Maka tahun 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan,” kata Bambang, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat.

“Utamanya Bappenas yang lead bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Tentunya dengan kementerian lainnya,” kata Bambang.

“Mungkin butuh waktu 3-4 tahun untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur dasar maupun gedung-gedung pemerintahnnya,” kata Bambang.

Kalau ada yang bertanya mengapa rapatnya bisa dalam waktu yang tidak lama padahal membahas isu yang penting?? Jawabannya tentu saja karena ini rapat, bukan sedang rapat dicampr-campur dengan menggosip dan ngomong ngalor ngidul seperti pengalaman saya dulu saat sedang rapat.

Baca: Mantap! Keputusan Berani Diambil Jokowi, Pindahkan Ibukota Mulai 2018

Apakah pembicaraan Jokowi dengan Bambang ini adalah pembicaraan mendadak dan hanya saat itu saja?? Tentu saja tidak. Pembicaraan pastinya sudah ada sebelum pembicaraan tersebut. Sehingga, hanya tinggal memutuskan saja. Dan itu adalah kewenangan Jokowi sebagai kepala negara.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) sendiri sudah siap dengan kemungkinan pemindahan Ibukota dan tinggal menunggu arahan saja. Bahkan mereka sudah melakukan studi banding di beberapa negara dalam hal pemindahan Ibukota.



“Ya saya kira ya untuk perkotaan. Yang mau dipindah ini, administrasi, pusat-pusat administrasi, yang utama, yang mungkin dipindahkan pusat administrasinya. Sementara pusat ekonominya tetap Jakarta kalau mau. Itu tujuan pemindahan, memisahkan antara kegiatan ekonomi dan pemerintahan,” ungkap Basuki saat ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (5/7).

Sejauh ini PUPR kata Basuki, juga telah melakukan perbandingan dengan ibukota negara lain yang sudah melakukan perpindahan ibu kota negara. “Kita sudah belajar dari Canberra, Washinton DC, Astana,” tandas Basuki.

Pemindahan Ibukota ini ternyata juga membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara. Entah karena Jokowi belum melakukan koordinasi bersama JK atau memang JK tidak akan banyak dilibatkan, tetapi pernyataan JK terkait pemindahan Ibukota menunjukkan bahwa dirinya tidak diajak diskusi terlebih dahulu oleh Jokowi.

Hal ini bisa dilihat dari salah pahamnya JK terkait alasan utama pemindahan Ibukota. JK yang hanya mendengar dari pemberitaan media massa dan mungkin juga dari kubu Anies-Sandi dan yang tidak pro pemindahan Ibukota malah menyinggung-nyinggung mengenai kondisi kemacetan dan banjir di Jakarta.

“Jadi bukan sesuatu yang mudah terus terang tapi idenya bagus,” kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017)

“Ya namanya kajian kita belum tahu apa bisa apa tidak,” sebutnya.

“Kalau macet ya selesaikan macetnya bukan selesaikan ibukotanya, perbaiki dan percepat MRT, LRT, percepat bus. Kalau banjir ya perbaiki drainase, karena kalau pindah pun pasti tetap banjir juga kalau kita tidak perbaiki drainase dengan cepat,” kata Jusuf Kalla.

Berdasarkan pernyataan JK di atas, maka saya menilai bahwa JK sepertinya tidak diajak diskusi oleh Jokowi terkait pemindahan Ibukota ini. Apakah juga kemungkinan besar JK juga tidak akan dilibatkan ke depannya?? Saya pikir bisa saja seperti itu. JK tidak akan dilibatkan secara penuh oleh Jokowi terkait usaha pemindahan Ibukota ini.

Apa sebab??

Sebabnya apalagi kalau bukan jiwa pengusaha JK yang berbeda dengan Jokowi. Kalau Jokowi pengusaha yang tidak kemaruk, kalau JK adalah pengusaha yang tidak pernah puas untuk mengejar kekayaan. Karena itu, bisa saja JK akan melakukan manuver dengan orang-orangnya untuk melakukan pembelian tanah di sekitar proyek pemindahan Ibukota.

Hal ini menurut saya yang membuat JK senewen dan akhirnya seperti menyindir kemantapan Jokowi untuk pindah. Bahkan dengan nyeleneh mengatakan, “Ya namanya kajian kita belum tahu apa bisa apa tidak,”. Wapres kok malah ngomong pesimis seperti itu. Kalau tidak diajak bicara yang tahu dirilah. Jokowi juga sudah tahu siapa anda. Dasar NDESO!!

Semoga proses pemindahan Ibukota bisa berjalan dengan secepat mungkin dan bisa terhindar dari campur tangan dari JK supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar dan tidak kemahalan.



Salam Pindah.




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer