Waspada! Orangtua Mengira Sakit Panas, Ternyata yang Diderita Anak 2,5 Tahun Ini Kronis

Bocah 2,5 tahun, Putu Adityawan, harus menerima kondisinya yang kini tak bisa menggunakan sebelah matanya.

Awalnya, Adityawan mengalami demam sehingga saat diperiksakan ke dokter oleh orangtuanya, ia hanya diberi obat penurun panas.

Namun, tak berselang lama, mata Adityawan justru membengkak.

Sebelum mata kirinya itu meradang, panas Adityawan sempat turun.

Gadis Penderita Tumor Terbaring Tak Berdaya di Tengah Keramaian Pasar di Palembang

Menurut Ketut Apriana (25), ayah Adityawan, mata anaknya juga sempat gatal hingga merah.

Mengetahui kondisi itu, Apriana segera memeriksakan kembali putranya ke dokter.

Setelah dicek, Adityawan dikatakan mengidap penyakit katarak.

Tak lama kemudian, mata Adityawan diketahui mengalami keputihan dan semakin membengkak.

Kembali Apriana membawa anaknya berobat ke dokter.

Saat diperiksa, ternyata Adityawan menderita tumor mata.

Pantang Menyerah! Mengidap Sakit Tumor, Yoo Ah In Tetap Mengabdi pada Negara

"Karena matanya bengkak, kami cek ke RSUD Klungkung. Setelah dicek baru diketahui tumor pada matanya," terang Apriana, seperti dikutip dari Tribun Bali.

Tak main-main, kini kanker yang diderita Adityawan telah memasuki stadium 4.

Apriana mengatakan, penyakit yang diderita sang buah hati bukan merupakan faktor genetik atau bawaan keturunan.

Adityawan akhirnya harus menjalani perawatan di RSUD Klungkung, tetapi karena kondisinya semakin parah, ia dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Terkait hal ini, penyakit yang diderita Adityawan tampaknya belum banyak dikenal masyarakat.

Rupanya, jenis kanker ini justru paling sering menyerang anak-anak usia dini.

Retinoblastoma atau kanker mata sejatinya merupakan setu-satunya jenis kanker pada anak yang bisa dideteksi lebih awal.

Bahkan, deteksi tersebut sudah bisa dilakukan di Puskesmas yang memiliki alat untuk mendeteksi retinoblastoma bernama ophtalmoscope.

Agar tumor mata dapat terdeteksi lebih dini, anak perlu rutin melakukan pengecekan retinablastoma hingga usianya menginjak 5 tahun.

Hal itu karena jenis kanker ini secara umum menyerang anak di bawah usia 5 tahun.

"Di atas usia 5 tahun enggak ada apa-apa saat diiperiksa, dia bisa terbebas dari kanker bola mata," kata Dr Edi S Tehuteru, SpA (K), seperti dikutip dari KOMPAS.com, 21 Februari 2017 lalu.

Edy mengatakan, tumor mata bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dari orangtua.

Pada stadium awal penyakit ini, penderita memiliki kemungkinan sembuh 80 persen.

Bahkan pada satdium sangat awal bisa diatasi melalui krioterapi saja tanpa menjalani kemoterapi, radioterapi, ataupun operasi.

Apabila sudah semakin meradang dan mata semakin besar, maka bola mata penderita harus diangkat.

Setelahnya, penderita akna menggunakan bola mata palsu.

Namun, pada stadium lanjut, kanker mata bisa menjalar ke otak dan tulang belakang, yang mana bagian tersebut merupakan pusat saraf.

"Ada beberapa kasus yang harus diangkat kelopaknya juga karena sudah menyebar ke mana- mana," lanjut Edi. (TribunWow.com/Maya Nirmala Tyas Lalita)





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer